| MATA KULIAH (MK) | KODE | Rumpun MK | BOBOT (sks) | SMT | Tgl Penyusunan |
| CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP | SBD25505T | Keahlian Bisnis & Manajemen | 2 sks | 5 | 17 September 2026 |
| PENGESAHAN | Dosen Pengembang RPS | Koordinator MK | Kaprodi | ||
| Yosef Murya Kusuma Ardhana. ST., M.Kom | Yosef Murya Kusuma Ardhana. ST., M.Kom | Sur Yanti. S.E., M.Sc | |||
Capaian Pembelajaran
| CPL-PRODI yang dibebankan pada MK | |
| BD-01 | Kemampuan menerapkan pengetahuan tentang dasar-dasar bisnis, keuangan, pemasaran, komunikasi, teknologi informasi dan digital, inovasi, analisis data, hukum dan etika, serta strategi bisnis lanjutan untuk memperoleh pemahaman menyeluruh tentang prinsip-prinsip Bisnis Digital. |
| BD-02 | Kemampuan menciptakan ide-ide bisnis kreatif, melakukan riset pasar untuk mengidentifikasi peluang dalam bisnis digital, serta mendesain, membangun, dan mengembangkan bisnis dengan keterampilan dalam mengoptimalkan platform e-commerce dan merancang produk digital seperti aplikasi, media sosial, konten digital, website, perangkat lunak, atau layanan online, serta bersikap adaptif terhadap perubahan tren dan teknologi, dan mengembangkan jaringan bisnis serta kolaborasi yang efektif dengan pemangku kepentingan |
| BD-05 | Kemampuan manajerial dalam pengelolaan tim yang efektif, analisis data untuk pengambilan keputusan yang tepat, pengembangan dan pelaksanaan strategi pemasaran digital, manajemen proyek menggunakan metodologi Agile, pemahaman teknologi untuk inovasi produk, adaptasi cepat terhadap perubahan, serta penerapan praktik keberlanjutan dan etika terkait semua aspek operasional bisnis digital, sehingga memastikan keberhasilan dan daya saing perusahaan. |
| BD-06 | Kemampuan menerapkan dan terampil menggunakan alat dan teknologi terkini yang relevan dalam bisnis digital |
| BD-07 | Kemampuan bekerjasama dalam tim, mengembangkan jaringan relasi, berkomunikasi secara lisan maupun tertulis, dan melakukan presentasi dengan baik, serta memiliki jiwa kepemimpinan, bersifat jujur, patuh pada regulasi, hukum, dan etika bisnis, berintegritas, berbudaya digital, berwawasan global, serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. |
| CPL02 | Menunjukkan sikap profesional dalam bentuk kepatuhan pada etika profesi, kemampuan bekerjasama dalam tim multidisiplin, pemahaman tentang pembelajaran sepanjang hayat, respon terhadap isu sosial dan perkembangan teknologi, bekerja sesuai standar, berintegritas, berbudaya digital, serta berwawasan global. |
| CPL04 | Memiliki kompetensi untuk menganalisis persoalan computing yang kompleks untuk mengidentifikasi solusi pengelolaan proyek teknologi bidang informatika/ilmu komputer untuk data engineering pada data lakehouse berbasis sistem terdistribusi dan terdesentralisasi dengan mempertimbangkan wawasan perkembangan ilmu transdisiplin. |
| CPL06 | Memiliki kemampuan (pengelolaan) manajerial tim dan kerja sama (team work), manajemen diri, mampu berkomunikasi baik lisan maupun tertulis dengan baik dan mampu melakukan presentasi. |
| CPL10 | Kemampuan mendesain, mengimplementasi dan mengevaluasi solusi berbasis computing multi-platform yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan computing pada sebuah organisasi. |
| Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) | |
|
CPMK-1 CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP |
Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan bisnis riil pada UMKM atau startup melalui riset pasar dan pemetaan kebutuhan teknologi secara komprehensif (C4, CPL04, BD-01). |
|
CPMK-2 CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP |
Mahasiswa mampu merancang model bisnis inovatif dan solusi berbasis teknologi informasi yang valid, terukur, serta selaras dengan prinsip-prinsip bisnis digital (C6, BD-02, CPL10). |
|
CPMK-3 CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP |
Mahasiswa mampu mengimplementasikan solusi inovatif menggunakan alat dan teknologi terkini dengan menerapkan metodologi manajemen proyek yang efektif untuk meningkatkan daya saing mitra (P4, BD-06, BD-05). |
|
CPMK-4 CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP |
Mahasiswa mampu menunjukkan kemampuan kepemimpinan, kolaborasi tim multidisiplin, dan komunikasi profesional dalam mengelola proyek serta menyajikan hasil evaluasi solusi secara objektif (A3, CPL06, BD-07). |
|
CPMK-5 CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP |
Mahasiswa mampu mengevaluasi keberlanjutan dan dampak solusi yang diimplementasikan dengan menjunjung tinggi etika profesi, integritas, dan regulasi bisnis yang berlaku (C5, CPL02, BD-05). |
| Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-CPMK) | |
| Sub-CPMK 1.1 | Mahasiswa mampu melakukan riset pasar secara sistematis untuk memetakan profil bisnis, target audiens, dan tantangan operasional pada UMKM atau startup. |
| Sub-CPMK 1.2 | Mahasiswa mampu menganalisis permasalahan bisnis riil dengan menggunakan kerangka kerja strategis untuk mengidentifikasi kesenjangan kinerja (performance gap). |
| Sub-CPMK 1.3 | Mahasiswa mampu merumuskan pemetaan kebutuhan teknologi yang relevan dan komprehensif sebagai solusi atas permasalahan bisnis yang telah diidentifikasi. |
| Sub-CPMK 2.1 | Mahasiswa mampu menganalisis permasalahan bisnis dan mengidentifikasi peluang inovasi berbasis teknologi informasi yang relevan dengan kebutuhan pasar digital. |
| Sub-CPMK 2.2 | Mahasiswa mampu merancang model bisnis inovatif menggunakan kerangka kerja bisnis digital yang valid dan berkelanjutan. |
| Sub-CPMK 2.3 | Mahasiswa mampu mengevaluasi kelayakan solusi berbasis teknologi informasi melalui indikator kinerja terukur yang selaras dengan prinsip-prinsip bisnis digital. |
| Sub-CPMK 3.1 | Mahasiswa mampu menganalisis kebutuhan mitra dan menentukan alat serta teknologi terkini yang relevan untuk merancang solusi inovatif berbasis data. |
| Sub-CPMK 3.2 | Mahasiswa mampu menyusun rencana kerja proyek dengan menerapkan metodologi manajemen proyek yang efektif untuk memastikan efisiensi implementasi solusi. |
| Sub-CPMK 3.3 | Mahasiswa mampu mengimplementasikan dan mengevaluasi solusi inovatif yang telah dirancang guna meningkatkan daya saing mitra secara terukur. |
| Sub-CPMK 4.1 | Mahasiswa mampu mengorganisasikan peran dan tanggung jawab dalam tim multidisiplin untuk mengelola proyek secara kolaboratif sesuai dengan prinsip kepemimpinan yang efektif. |
| Sub-CPMK 4.2 | Mahasiswa mampu menerapkan teknik komunikasi profesional dalam menyampaikan progres dan koordinasi kerja tim selama pelaksanaan proyek berlangsung. |
| Sub-CPMK 4.3 | Mahasiswa mampu menyusun dan mempresentasikan hasil evaluasi solusi proyek secara objektif, kritis, dan komprehensif di hadapan pemangku kepentingan. |
| Sub-CPMK 5.1 | Mahasiswa mampu menganalisis keberlanjutan solusi yang diimplementasikan berdasarkan indikator performa bisnis dan dampak lingkungan atau sosial jangka panjang. |
| Sub-CPMK 5.2 | Mahasiswa mampu mengaudit kesesuaian solusi yang diimplementasikan terhadap regulasi bisnis yang berlaku serta standar operasional yang relevan. |
| Sub-CPMK 5.3 | Mahasiswa mampu merumuskan justifikasi evaluasi solusi dengan mengintegrasikan prinsip etika profesi dan integritas akademik dalam pengambilan keputusan bisnis. |
Korelasi CPL terhadap CPMK
| CPL\CPMK |
CPMK-1 CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP |
CPMK-2 CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP |
CPMK-3 CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP |
CPMK-4 CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP |
CPMK-5 CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP |
|---|---|---|---|---|---|
| BD-01 | ✓ | ||||
| BD-02 | ✓ | ||||
| BD-05 | ✓ | ✓ | |||
| BD-06 | ✓ | ||||
| BD-07 | ✓ | ||||
| CPL02 | ✓ | ||||
| CPL04 | ✓ | ||||
| CPL06 | ✓ | ||||
| CPL10 | ✓ |
Korelasi CPMK terhadap Sub-CPMK
| CPMK \ Sub-CPMK | Sub-CPMK | ||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Sub-CPMK 1.1 | Sub-CPMK 1.2 | Sub-CPMK 1.3 | Sub-CPMK 2.1 | Sub-CPMK 2.2 | Sub-CPMK 2.3 | Sub-CPMK 3.1 | Sub-CPMK 3.2 | Sub-CPMK 3.3 | Sub-CPMK 4.1 | Sub-CPMK 4.2 | Sub-CPMK 4.3 | Sub-CPMK 5.1 | Sub-CPMK 5.2 | Sub-CPMK 5.3 | |
|
CPMK-1 CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP |
✓ | ✓ | ✓ | ||||||||||||
|
CPMK-2 CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP |
✓ | ✓ | ✓ | ||||||||||||
|
CPMK-3 CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP |
✓ | ✓ | ✓ | ||||||||||||
|
CPMK-4 CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP |
✓ | ✓ | ✓ | ||||||||||||
|
CPMK-5 CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP |
✓ | ✓ | ✓ | ||||||||||||
| Deskripsi Singkat MK |
Berikut adalah deskripsi mata kuliah **Capstone Project UMKM dan Startup** yang disusun sesuai dengan standar kurikulum berbasis *Outcome-Based Education* (OBE): Mata kuliah **Capstone Project UMKM dan Startup (SBD25505T)** merupakan mata kuliah integratif berbasis proyek yang dirancang untuk mengaplikasikan seluruh kompetensi teknis dan manajerial yang telah diperoleh mahasiswa selama masa studi. Ruang lingkup mata kuliah ini mencakup identifikasi permasalahan riil, perancangan solusi berbasis teknologi atau inovasi bisnis, hingga implementasi strategi pengembangan bagi pelaku UMKM maupun startup. Melalui pendekatan *experiential learning*, mahasiswa dituntut untuk bekerja secara kolaboratif dalam tim guna menghasilkan solusi nyata yang solutif, terukur, dan berdampak langsung terhadap keberlanjutan serta daya saing mitra di ekosistem ekonomi digital. Dalam struktur kurikulum program studi, mata kuliah ini menempati posisi sebagai mata kuliah puncak (*capstone course*) yang bersifat wajib pada tahap akhir masa studi. Sebagai mata kuliah yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu, SBD25505T berfungsi sebagai instrumen evaluasi komprehensif untuk mengukur ketercapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang mencakup aspek pemecahan masalah kompleks, berpikir kritis, komunikasi profesional, dan etika profesi. Mata kuliah ini menjadi jembatan strategis yang mengonsolidasikan pengetahuan teoretis ke dalam bentuk karya akhir yang menunjukkan kematangan akademik dan kesiapan mahasiswa sebelum terjun ke dunia profesional. Kompetensi utama yang diharapkan setelah menempuh mata kuliah ini adalah kemampuan mahasiswa dalam melakukan analisis kebutuhan bisnis secara komprehensif, menyusun model bisnis yang valid, serta mengimplementasikan solusi inovatif dengan memanfaatkan teknologi informasi secara efektif. Mahasiswa diharapkan mampu menunjukkan kepemimpinan, kemampuan adaptasi dalam lingkungan yang dinamis, serta ketajaman dalam mengevaluasi efektivitas solusi melalui metrik kinerja yang objektif. Dengan demikian, mata kuliah ini memiliki relevansi yang sangat tinggi dengan kebutuhan dunia kerja saat ini, di mana industri menuntut lulusan yang tidak hanya memiliki penguasaan teori, tetapi juga memiliki rekam jejak nyata dalam menyelesaikan persoalan bisnis yang kompleks, memiliki jiwa kewirausahaan, serta mampu memberikan nilai tambah bagi organisasi atau ekosistem bisnis tempat mereka berkarya. |
||
| Bahan Kajian: Materi Pembelajaran |
Tentu, ini adalah rancangan bahan kajian untuk mata kuliah **Capstone Project UMKM dan Startup (SBD25505T)** yang disusun dengan pendekatan *Outcome-Based Education* (OBE). Materi ini dirancang untuk membimbing mahasiswa dalam mengintegrasikan pengetahuan teoritis ke dalam solusi praktis bagi dunia usaha. Berikut adalah susunan bahan kajian yang sistematis: ### Bahan Kajian: Capstone Project UMKM dan Startup **I. Tahap Inisiasi dan Analisis Kebutuhan (Problem Discovery)** * **Identifikasi Masalah Bisnis:** Teknik observasi lapangan dan *empathy mapping* untuk memahami *pain points* pada UMKM atau Startup. * **Analisis Ekosistem Bisnis:** Pemetaan model bisnis eksisting (menggunakan *Business Model Canvas* - BMC) dan analisis lingkungan kompetitif. * **Studi Kelayakan:** Penentuan ruang lingkup proyek (*project scoping*) dan analisis kebutuhan sumber daya. **II. Tahap Perancangan Solusi (Solution Ideation & Design)** * **Design Thinking dalam Bisnis:** Proses iteratif dalam merancang solusi yang berpusat pada pengguna (*user-centric*). * **Value Proposition Design:** Perumusan nilai tambah yang unik (USP) untuk menyelesaikan masalah mitra. * **Prototyping & MVP (Minimum Viable Product):** Pengembangan purwarupa produk atau layanan sebagai bentuk validasi solusi awal. **III. Tahap Operasional dan Strategi Implementasi** * **Manajemen Proyek Berbasis Agile:** Penerapan metodologi *Scrum* atau *Kanban* dalam pengelolaan proyek tim. * **Strategi Pemasaran Digital:** Optimasi *digital presence*, pemasaran konten, dan pemanfaatan platform e-commerce/media sosial untuk UMKM. * **Manajemen Keuangan Dasar:** Penyusunan proyeksi keuangan, manajemen arus kas, dan analisis efisiensi biaya bagi Startup/UMKM. **IV. Tahap Validasi dan Pengembangan (Growth & Scaling)** * **Analisis Data dan Metrik Kinerja:** Penggunaan Key Performance Indicators (KPI) untuk mengukur keberhasilan implementasi solusi. * **Strategi Pertumbuhan (Growth Hacking):** Teknik akuisisi pelanggan dan retensi untuk skala bisnis yang lebih luas. * **Etika Bisnis dan Legalitas:** Pemahaman mengenai aspek legalitas usaha, HAKI (Hak Kekayaan Intelektual), dan etika tanggung jawab sosial bisnis. **V. Tahap Komunikasi dan Pelaporan (Final Deliverables)** * **Teknik Komunikasi Bisnis:** Strategi presentasi dan persuasi kepada *stakeholder* atau investor (*pitching deck*). * **Penyusunan Laporan Proyek Akhir:** Dokumentasi komprehensif mulai dari identifikasi masalah, metodologi, hasil implementasi, hingga refleksi pembelajaran. --- ### Catatan Tambahan untuk Implementasi RPS: 1. **Pendekatan Pembelajaran:** Direkomendasikan menggunakan *Project-Based Learning* (PjBL) di mana mahasiswa bekerja secara berkelompok untuk mendampingi satu mitra UMKM atau Startup selama satu semester. 2. **Keterkaitan CPMK:** * **CPMK 1:** Mahasiswa mampu menganalisis permasalahan riil di UMKM/Startup dengan pendekatan metodologis. * **CPMK 2:** Mahasiswa mampu merancang solusi inovatif berbasis data dan teknologi yang aplikatif. * **CPMK 3:** Mahasiswa mampu mengimplementasikan dan mengevaluasi kinerja solusi yang diberikan. * **CPMK 4:** Mahasiswa mampu mengomunikasikan hasil kerja secara profesional dan etis. |
||
| Pustaka |
Utama: 1. Running Lean: Iterate from Plan A to a Plan That Works (2nd Edition). Ash Maurya. O'Reilly Media, 2012. 2. The Lean Startup: How Today's Entrepreneurs Use Continuous Innovation to Create Radically Successful Businesses. Eric Ries. Crown Business, 2011. 3. Business Model Generation: A Handbook for Visionaries, Game Changers, and Challengers. Alexander Osterwalder & Yves Pigneur. Wiley, 2010. Pendukung: 1. Entrepreneurship: Successfully Launching New Ventures (6th Edition). Bruce R. Barringer & R. Duane Ireland. Pearson, 2018. 2. Value Proposition Design: How to Create Products and Services Customers Want. Alexander Osterwalder, Yves Pigneur, Gregory Bernarda, & Alan Smith. Wiley, 2014. 3. Strategi Bisnis UMKM di Era Digital. Rhenald Kasali. Mizan Pustaka, 2020. 4. Digital Marketing Strategy: An Integrated Approach to Online Marketing. Simon Kingsnorth. Kogan Page, 2022. |
||
| Pengampu |
Yosef Murya Kusuma Ardhana,
ST., M.Kom Sur Yanti, S.E., M.Sc Yosef Murya Kusuma Ardhana, ST., M.Kom |
||
| Penilaian | Komponen CPMK | Bentuk Penilaian | Persentase Bobot |
| SBD25505T (CPMK-5) | Proposal Model Bisnis dan Solusi Teknologi | 20.00% | |
| SBD25505T (CPMK-4) | Presentasi Akhir dan Kolaborasi Tim | 20.00% | |
| SBD25505T (CPMK-2) | Evaluasi Dampak dan Etika Bisnis | 20.00% | |
| SBD25505T (CPMK-3) | Implementasi Proyek dan Manajemen Proyek | 25.00% | |
| SBD25505T (CPMK-1) | Analisis Permasalahan Bisnis (Laporan Awal) | 15.00% | |
| Total | 100% | ||
| Matakuliah Syarat | - | ||
Rencana Pembelajaran Semester
| Mg Ke- |
Sub-CPMK (sbg kemampuan akhir diharapkan) |
Penilaian | Bentuk Pembelajaran; Metode Pembelajaran; Penugasan Mahasiswa; | Materi Pembelajaran |
Bobot Penilaian |
||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Indikator | Kriteria & Bentuk | Luring | Daring | ||||
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) |
| 1 |
Sub-CPMK 1.1
(CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP)
Mahasiswa mampu melakukan riset pasar secara sistematis untuk memetakan profil bisnis, target audiens, dan tantangan operasional pada UMKM atau startup. |
Mahasiswa memahami tujuan, ruang lingkup, dan ekspektasi Capstone Project. | Kehadiran dan Partisipasi | Ceramah dan Diskusi Kelas | LMS (Learning Management System) | Pengenalan Mata Kuliah, Kontrak Belajar, dan Orientasi Capstone Project | 3.00% |
| 2 |
Sub-CPMK 1.1
(CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP)
Mahasiswa mampu melakukan riset pasar secara sistematis untuk memetakan profil bisnis, target audiens, dan tantangan operasional pada UMKM atau startup. |
Mahasiswa mampu mengidentifikasi profil bisnis dan tantangan operasional mitra. | Tugas Mandiri 1 | Case Study Analysis | Forum Diskusi Daring | Metodologi Riset Bisnis dan Pemetaan Ekosistem UMKM/Startup | 5.00% |
| 3 |
Sub-CPMK 1.2
(CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP)
Mahasiswa mampu menganalisis permasalahan bisnis riil dengan menggunakan kerangka kerja strategis untuk mengidentifikasi kesenjangan kinerja (performance gap). |
Mahasiswa mampu menganalisis kesenjangan kinerja bisnis menggunakan kerangka kerja strategis. | Tugas Kelompok 1 | Problem-Based Learning | Video Tutorial Analisis Bisnis | Analisis Permasalahan Bisnis dan Identifikasi Performance Gap | 5.00% |
| 4 |
Sub-CPMK 1.3
(CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP)
Mahasiswa mampu merumuskan pemetaan kebutuhan teknologi yang relevan dan komprehensif sebagai solusi atas permasalahan bisnis yang telah diidentifikasi. Sub-CPMK 2.1 (CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP) Mahasiswa mampu menganalisis permasalahan bisnis dan mengidentifikasi peluang inovasi berbasis teknologi informasi yang relevan dengan kebutuhan pasar digital. |
Mahasiswa mampu merumuskan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan bisnis. | Presentasi Progres | Workshop Perancangan Solusi | Collaborative Cloud Tools | Pemetaan Kebutuhan Teknologi dan Inovasi Digital | 5.00% |
| 5 |
Sub-CPMK 2.2
(CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP)
Mahasiswa mampu merancang model bisnis inovatif menggunakan kerangka kerja bisnis digital yang valid dan berkelanjutan. |
Mahasiswa mampu merancang model bisnis menggunakan kerangka kerja bisnis digital. | Tugas Kelompok 2 | Mentoring Bisnis | E-Learning Module | Perancangan Model Bisnis Inovatif dan Berkelanjutan | 5.00% |
| 6 |
Sub-CPMK 2.3
(CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP)
Mahasiswa mampu mengevaluasi kelayakan solusi berbasis teknologi informasi melalui indikator kinerja terukur yang selaras dengan prinsip-prinsip bisnis digital. |
Mahasiswa mampu mengevaluasi solusi melalui indikator kinerja terukur. | Tugas Kelompok 3 | Diskusi Panel | Simulasi Analisis Data | Evaluasi Kelayakan Solusi Berbasis Metrik Kinerja | 5.00% |
| 7 |
Sub-CPMK 3.1
(CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP)
Mahasiswa mampu menganalisis kebutuhan mitra dan menentukan alat serta teknologi terkini yang relevan untuk merancang solusi inovatif berbasis data. Sub-CPMK 3.2 (CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP) Mahasiswa mampu menyusun rencana kerja proyek dengan menerapkan metodologi manajemen proyek yang efektif untuk memastikan efisiensi implementasi solusi. Sub-CPMK 4.1 (CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP) Mahasiswa mampu mengorganisasikan peran dan tanggung jawab dalam tim multidisiplin untuk mengelola proyek secara kolaboratif sesuai dengan prinsip kepemimpinan yang efektif. |
Mahasiswa mampu menyusun rencana kerja dan mengelola peran dalam tim. | Laporan Progres Proyek | Coaching Clinic | Video Conference | Manajemen Proyek dan Kepemimpinan Tim Multidisiplin | 5.00% |
| 8 |
Sub-CPMK 3.2
(CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP)
Mahasiswa mampu menyusun rencana kerja proyek dengan menerapkan metodologi manajemen proyek yang efektif untuk memastikan efisiensi implementasi solusi. |
Mahasiswa mampu menjawab soal komprehensif terkait materi minggu 1-7. | UTS | Ujian Tertulis | LMS Exam | Ujian Tengah Semester | 15.00% |
| 9 |
Sub-CPMK 3.3
(CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP)
Mahasiswa mampu mengimplementasikan dan mengevaluasi solusi inovatif yang telah dirancang guna meningkatkan daya saing mitra secara terukur. |
Mahasiswa mampu menerapkan alat teknologi terkini untuk solusi bisnis. | Evaluasi Teknis | Praktikum/Laboratorium | Virtual Lab | Implementasi Solusi Inovatif: Teknologi dan Data | 7.00% |
| 10 |
Sub-CPMK 4.2
(CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP)
Mahasiswa mampu menerapkan teknik komunikasi profesional dalam menyampaikan progres dan koordinasi kerja tim selama pelaksanaan proyek berlangsung. |
Mahasiswa mampu menerapkan teknik komunikasi profesional dalam proyek. | Partisipasi | Role Play Komunikasi Bisnis | Webinar | Komunikasi Profesional dan Koordinasi Stakeholder | 5.00% |
| 11 |
Sub-CPMK 5.1
(CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP)
Mahasiswa mampu menganalisis keberlanjutan solusi yang diimplementasikan berdasarkan indikator performa bisnis dan dampak lingkungan atau sosial jangka panjang. |
Mahasiswa mampu menganalisis dampak jangka panjang solusi bagi mitra. | Tugas Analisis Dampak | Diskusi Kelompok Terpumpun | Studi Literatur | Analisis Keberlanjutan dan Dampak Solusi | 5.00% |
| 12 |
Sub-CPMK 5.2
(CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP)
Mahasiswa mampu mengaudit kesesuaian solusi yang diimplementasikan terhadap regulasi bisnis yang berlaku serta standar operasional yang relevan. Sub-CPMK 5.3 (CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP) Mahasiswa mampu merumuskan justifikasi evaluasi solusi dengan mengintegrasikan prinsip etika profesi dan integritas akademik dalam pengambilan keputusan bisnis. |
Mahasiswa mampu memastikan solusi sesuai dengan regulasi dan etika. | Tugas Kelompok 4 | Seminar Etika Profesi | Analisis Dokumen Regulasi | Audit Kepatuhan Regulasi dan Etika Bisnis | 5.00% |
| 13 |
Sub-CPMK 4.3
(CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP)
Mahasiswa mampu menyusun dan mempresentasikan hasil evaluasi solusi proyek secara objektif, kritis, dan komprehensif di hadapan pemangku kepentingan. |
Mahasiswa mampu mengintegrasikan seluruh hasil evaluasi ke dalam laporan akhir. | Draft Laporan Akhir | Workshop Penulisan Laporan | Konsultasi Daring | Evaluasi Akhir Proyek dan Penyusunan Laporan | 5.00% |
| 14 |
Sub-CPMK 4.3
(CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP)
Mahasiswa mampu menyusun dan mempresentasikan hasil evaluasi solusi proyek secara objektif, kritis, dan komprehensif di hadapan pemangku kepentingan. |
Mahasiswa mampu mempresentasikan hasil proyek secara objektif dan kritis. | Presentasi Mock-up | Simulasi Presentasi | Peer Review | Simulasi Presentasi Final di Hadapan Stakeholder | 5.00% |
| 15 |
Sub-CPMK 5.3
(CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP)
Mahasiswa mampu merumuskan justifikasi evaluasi solusi dengan mengintegrasikan prinsip etika profesi dan integritas akademik dalam pengambilan keputusan bisnis. |
Mahasiswa mampu mengonsolidasikan seluruh pemahaman mata kuliah. | Partisipasi | Review Kelas | Q&A Session | Review Materi dan Persiapan Ujian Akhir | 5.00% |
| 16 |
Sub-CPMK 1.1
(CAPSTONE PROJECT UMKM DAN STARTUP)
Mahasiswa mampu melakukan riset pasar secara sistematis untuk memetakan profil bisnis, target audiens, dan tantangan operasional pada UMKM atau startup. |
Mahasiswa mampu menunjukkan penguasaan seluruh materi dan hasil proyek. | UAS | Presentasi Final dan Ujian | Submission Portfolio | Ujian Akhir Semester | 15.00% |
| Total Bobot | 100% | ||||||
Catatan:
RUBRIK PENILAIAN (MARKING SCORE)
CPMK-1: Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan bisnis riil pada UMKM atau startup melalui riset pasar dan pemetaan kebutuhan teknologi secara komprehensif (C4, CPL04, BD-01).
| Indikator | Sangat Kurang (<20) | Kurang (21-40) | Cukup (41-60) | Baik (61-80) | Sangat Baik (81-100) |
|---|---|---|---|---|---|
| Kedalaman riset pasar | Tidak melakukan riset pasar atau data yang digunakan tidak relevan sama sekali. | Melakukan riset pasar namun data yang disajikan sangat terbatas dan kurang valid. | Melakukan riset pasar dengan data yang cukup namun interpretasi data masih bersifat normatif. | Melakukan riset pasar secara sistematis dengan data yang relevan dan interpretasi yang memadai. | Melakukan riset pasar yang komprehensif, menggunakan metodologi yang tepat, dan menghasilkan insight strategis yang bernilai tinggi. |
| Pemetaan kebutuhan teknologi | Tidak mampu memetakan kebutuhan teknologi sama sekali. | Pemetaan kebutuhan teknologi tidak relevan dengan permasalahan bisnis yang diidentifikasi. | Mampu memetakan kebutuhan teknologi secara umum namun belum spesifik terhadap solusi masalah. | Mampu memetakan kebutuhan teknologi yang relevan dan aplikatif untuk menyelesaikan masalah bisnis. | Mampu memetakan kebutuhan teknologi secara inovatif, efisien, dan memberikan solusi yang terukur bagi pengembangan bisnis. |
| Komprehensivitas analisis | Analisis tidak terstruktur dan tidak menunjukkan keterkaitan antara masalah, riset, dan teknologi. | Analisis kurang terstruktur dan keterkaitan antar komponen lemah. | Analisis cukup terstruktur dengan keterkaitan antar komponen yang terlihat namun belum mendalam. | Analisis terstruktur dengan baik dan menunjukkan keterkaitan yang logis antara masalah, riset, dan solusi teknologi. | Analisis sangat komprehensif, sistematis, dan menunjukkan integrasi yang holistik antara riset pasar dan strategi teknologi. |
| Ketajaman identifikasi permasalahan bisnis | Tidak mampu mengidentifikasi masalah bisnis dan hanya menyajikan deskripsi umum tanpa konteks. | Mampu mengidentifikasi masalah namun kurang relevan dengan kondisi riil UMKM/startup. | Mampu mengidentifikasi masalah bisnis dengan cukup jelas namun analisis akar penyebab masih dangkal. | Mampu mengidentifikasi masalah bisnis dengan jelas dan memberikan analisis akar penyebab yang logis. | Mampu mengidentifikasi masalah bisnis secara kritis, mendalam, dan didukung oleh data empiris yang akurat. |
CPMK-2: Mahasiswa mampu merancang model bisnis inovatif dan solusi berbasis teknologi informasi yang valid, terukur, serta selaras dengan prinsip-prinsip bisnis digital (C6, BD-02, CPL10).
| Indikator | Sangat Kurang (<20) | Kurang (21-40) | Cukup (41-60) | Baik (61-80) | Sangat Baik (81-100) |
|---|---|---|---|---|---|
| Inovasi model bisnis | Model bisnis tidak inovatif dan tidak memiliki keunggulan kompetitif. | Model bisnis kurang inovatif dengan keunggulan kompetitif yang tidak jelas. | Model bisnis cukup inovatif dengan keunggulan kompetitif yang dapat diidentifikasi. | Model bisnis inovatif dengan strategi keunggulan kompetitif yang jelas dan terstruktur. | Model bisnis sangat inovatif, disruptif, dan memiliki keunggulan kompetitif yang unik serta berkelanjutan. |
| Analisis kebutuhan pasar dan validasi masalah | Tidak mampu mengidentifikasi masalah pasar dan tidak ada data pendukung validasi. | Kurang mampu mengidentifikasi masalah pasar dengan data validasi yang sangat terbatas atau tidak relevan. | Cukup mampu mengidentifikasi masalah pasar dengan data validasi yang mendasar. | Mampu mengidentifikasi masalah pasar dengan data validasi yang cukup komprehensif dan relevan. | Sangat mampu mengidentifikasi masalah pasar secara mendalam dengan data validasi primer dan sekunder yang sangat kuat. |
| Penerapan solusi berbasis teknologi informasi | Solusi teknologi tidak relevan dengan model bisnis atau tidak dapat dioperasikan. | Solusi teknologi kurang relevan dan fungsionalitasnya sangat terbatas. | Solusi teknologi cukup relevan dan mampu mendukung fungsi dasar model bisnis. | Solusi teknologi relevan, fungsional, dan terintegrasi dengan baik dalam model bisnis. | Solusi teknologi sangat relevan, inovatif, skalabel, dan menjadi pilar utama efisiensi model bisnis. |
| Kesesuaian dengan prinsip bisnis digital | Tidak mencerminkan prinsip-prinsip dasar bisnis digital. | Kurang mencerminkan prinsip bisnis digital dan tidak konsisten. | Cukup mencerminkan prinsip bisnis digital dalam sebagian aspek. | Mencerminkan prinsip bisnis digital secara konsisten dan terarah. | Sangat mencerminkan prinsip bisnis digital secara holistik, adaptif, dan berorientasi pada ekosistem digital. |
| Keterukuran dan kelayakan bisnis (Financial/Metric Viability) | Tidak ada proyeksi keuangan atau metrik keberhasilan yang terukur. | Proyeksi keuangan atau metrik keberhasilan tidak realistis dan tidak logis. | Proyeksi keuangan dan metrik keberhasilan cukup realistis namun kurang detail. | Proyeksi keuangan dan metrik keberhasilan bersifat realistis, terukur, dan didukung data yang baik. | Proyeksi keuangan dan metrik keberhasilan sangat komprehensif, logis, dan menunjukkan kelayakan bisnis yang tinggi. |
CPMK-3: Mahasiswa mampu mengimplementasikan solusi inovatif menggunakan alat dan teknologi terkini dengan menerapkan metodologi manajemen proyek yang efektif untuk meningkatkan daya saing mitra (P4, BD-06, BD-05).
| Indikator | Sangat Kurang (<20) | Kurang (21-40) | Cukup (41-60) | Baik (61-80) | Sangat Baik (81-100) |
|---|---|---|---|---|---|
| Penerapan Metodologi Manajemen Proyek | Tidak menerapkan metodologi manajemen proyek sama sekali dalam penyelesaian tugas. | Penerapan metodologi manajemen proyek tidak terstruktur dan tidak konsisten. | Penerapan metodologi manajemen proyek cukup terstruktur namun kurang adaptif terhadap kendala. | Penerapan metodologi manajemen proyek terstruktur, sistematis, dan efektif dalam mengelola sumber daya. | Penerapan metodologi manajemen proyek sangat sistematis, adaptif, dan efisien dalam mencapai target waktu serta kualitas. |
| Relevansi dan Inovasi Solusi Teknologi | Solusi tidak relevan dengan permasalahan mitra dan tidak menunjukkan unsur inovasi. | Solusi kurang relevan dan inovasi yang ditawarkan sangat terbatas atau tidak aplikatif. | Solusi cukup relevan dengan permasalahan mitra namun inovasi yang ditawarkan bersifat konvensional. | Solusi relevan dan menunjukkan inovasi yang mampu memberikan nilai tambah bagi mitra. | Solusi sangat relevan, inovatif, dan menggunakan teknologi terkini yang memberikan keunggulan kompetitif signifikan bagi mitra. |
| Analisis Dampak terhadap Daya Saing Mitra | Tidak mampu mengidentifikasi dampak solusi terhadap daya saing mitra. | Analisis dampak terhadap daya saing mitra sangat dangkal dan tidak berbasis data. | Analisis dampak terhadap daya saing mitra cukup logis namun kurang didukung oleh data yang komprehensif. | Analisis dampak terhadap daya saing mitra jelas, logis, dan didukung oleh data yang relevan. | Analisis dampak terhadap daya saing mitra sangat komprehensif, berbasis data empiris, dan menunjukkan potensi peningkatan daya saing yang terukur. |
| Kualitas Implementasi dan Penggunaan Alat | Tidak menggunakan alat atau teknologi pendukung dalam implementasi solusi. | Penggunaan alat dan teknologi tidak tepat sasaran dan menghambat proses implementasi. | Penggunaan alat dan teknologi cukup memadai namun belum dioptimalkan untuk hasil maksimal. | Penggunaan alat dan teknologi tepat guna dan mendukung kelancaran implementasi solusi. | Penggunaan alat dan teknologi terkini sangat optimal, efisien, dan memberikan hasil implementasi yang presisi. |
CPMK-4: Mahasiswa mampu menunjukkan kemampuan kepemimpinan, kolaborasi tim multidisiplin, dan komunikasi profesional dalam mengelola proyek serta menyajikan hasil evaluasi solusi secara objektif (A3, CPL06, BD-07).
| Indikator | Sangat Kurang (<20) | Kurang (21-40) | Cukup (41-60) | Baik (61-80) | Sangat Baik (81-100) |
|---|---|---|---|---|---|
| Kepemimpinan dalam pengelolaan proyek | Tidak menunjukkan inisiatif, tidak mampu mengarahkan anggota tim, dan tidak ada pembagian tugas yang jelas. | Kurang menunjukkan inisiatif, kesulitan mengarahkan anggota tim, dan pembagian tugas tidak terstruktur dengan baik. | Menunjukkan inisiatif yang cukup, mampu mengarahkan tim secara terbatas, dan pembagian tugas dilakukan namun kurang optimal. | Menunjukkan inisiatif yang kuat, mampu mengarahkan tim dengan efektif, dan pembagian tugas terstruktur serta relevan dengan kompetensi anggota. | Menunjukkan kepemimpinan yang inspiratif, mampu mengelola dinamika tim secara proaktif, dan mengoptimalkan potensi setiap anggota untuk mencapai tujuan proyek. |
| Kolaborasi dalam tim multidisiplin | Tidak mau menerima masukan, bekerja secara individualis, dan tidak ada sinergi antar disiplin ilmu. | Kurang mampu bekerja sama, sulit menerima perbedaan pendapat, dan sinergi antar disiplin ilmu sangat minim. | Mampu bekerja sama dalam tim, menerima masukan dengan terbatas, dan sinergi antar disiplin ilmu terlihat namun belum maksimal. | Aktif berkolaborasi, terbuka terhadap masukan, dan mampu mengintegrasikan berbagai perspektif disiplin ilmu dengan baik. | Sangat proaktif dalam kolaborasi, mampu menjembatani perbedaan disiplin ilmu, dan menciptakan sinergi yang inovatif dalam tim. |
| Penyajian evaluasi solusi secara objektif | Tidak menyajikan hasil evaluasi, atau hasil evaluasi sepenuhnya subjektif tanpa didasarkan pada data/fakta. | Hasil evaluasi disajikan dengan data yang sangat minim dan interpretasi yang cenderung subjektif. | Hasil evaluasi disajikan dengan data yang cukup, namun analisis objektif masih perlu ditingkatkan. | Hasil evaluasi disajikan berdasarkan data yang valid dengan analisis yang objektif dan logis. | Hasil evaluasi disajikan secara komprehensif berdasarkan data yang akurat, dengan analisis kritis yang sangat objektif dan berbasis bukti. |
| Komunikasi profesional | Gaya bahasa tidak formal, tidak mampu menyampaikan ide dengan jelas, dan tidak menghargai etika komunikasi. | Gaya bahasa kurang formal, penyampaian ide sulit dipahami, dan etika komunikasi sering diabaikan. | Gaya bahasa cukup formal, ide dapat dipahami meski kurang terstruktur, dan etika komunikasi dijaga secara standar. | Gaya bahasa formal dan profesional, ide disampaikan dengan jelas dan terstruktur, serta etika komunikasi dijaga dengan baik. | Gaya bahasa sangat profesional dan persuasif, ide disampaikan dengan sangat artikulatif, serta menunjukkan etika komunikasi yang sangat tinggi dalam berbagai situasi. |
CPMK-5: Mahasiswa mampu mengevaluasi keberlanjutan dan dampak solusi yang diimplementasikan dengan menjunjung tinggi etika profesi, integritas, dan regulasi bisnis yang berlaku (C5, CPL02, BD-05).
| Indikator | Sangat Kurang (<20) | Kurang (21-40) | Cukup (41-60) | Baik (61-80) | Sangat Baik (81-100) |
|---|---|---|---|---|---|
| Evaluasi Dampak Solusi | Tidak mampu mengevaluasi dampak positif maupun negatif dari solusi yang diimplementasikan. | Evaluasi dampak dilakukan secara tidak sistematis dan tidak didukung bukti yang relevan. | Mampu mengevaluasi dampak solusi secara umum namun kurang mempertimbangkan aspek multidimensi. | Mampu mengevaluasi dampak solusi secara sistematis dengan mempertimbangkan berbagai pemangku kepentingan. | Mampu melakukan evaluasi dampak yang mendalam, kritis, dan memberikan rekomendasi perbaikan yang strategis. |
| Penerapan Etika Profesi dan Integritas | Mengabaikan prinsip etika profesi dan integritas dalam penyusunan solusi. | Menunjukkan pemahaman etika yang minimal dan tidak konsisten dalam implementasi. | Menerapkan prinsip etika profesi secara mendasar namun belum mempertimbangkan dilema etis yang kompleks. | Menerapkan prinsip etika profesi dan integritas dengan konsisten dalam seluruh aspek solusi. | Menunjukkan komitmen etika yang tinggi, mampu menyelesaikan dilema etis, dan menjunjung integritas secara luar biasa. |
| Kepatuhan terhadap Regulasi Bisnis | Tidak menunjukkan pemahaman terhadap regulasi bisnis yang relevan dengan solusi. | Pemahaman terhadap regulasi sangat terbatas dan tidak diintegrasikan dalam solusi. | Mampu mengidentifikasi regulasi utama namun integrasi dalam solusi masih bersifat parsial. | Mampu menerapkan regulasi bisnis yang relevan secara tepat dalam solusi yang diusulkan. | Mampu mengintegrasikan regulasi bisnis secara kritis dan memastikan solusi sepenuhnya patuh pada standar hukum yang berlaku. |
| Analisis Keberlanjutan Solusi | Tidak mampu mengidentifikasi dampak jangka panjang dari solusi yang diimplementasikan. | Mampu mengidentifikasi dampak jangka panjang namun analisis keberlanjutan sangat dangkal. | Mampu menganalisis keberlanjutan solusi dengan argumen yang cukup logis namun kurang mendalam. | Mampu menganalisis keberlanjutan solusi secara komprehensif dengan argumen yang kuat. | Mampu menganalisis keberlanjutan solusi secara holistik, visioner, dan berbasis data yang akurat. |