| MATA KULIAH (MK) | KODE | Rumpun MK | BOBOT (sks) | SMT | Tgl Penyusunan |
| SISTEM INFORMASI ENTERPRISE | SBD25304T | Sistem Informasi & Teknologi | 2 sks | 3 | 17 September 2026 |
| PENGESAHAN | Dosen Pengembang RPS | Koordinator MK | Kaprodi | ||
| Yosef Murya Kusuma Ardhana. ST., M.Kom | Yosef Murya Kusuma Ardhana. ST., M.Kom | Sur Yanti. S.E., M.Sc | |||
Capaian Pembelajaran
| CPL-PRODI yang dibebankan pada MK | |
| BD-01 | Kemampuan menerapkan pengetahuan tentang dasar-dasar bisnis, keuangan, pemasaran, komunikasi, teknologi informasi dan digital, inovasi, analisis data, hukum dan etika, serta strategi bisnis lanjutan untuk memperoleh pemahaman menyeluruh tentang prinsip-prinsip Bisnis Digital. |
| BD-04 | Kemampuan mengelola data yang bersumber dari entitas bisnis dan organisasi, termasuk big data dalam bentuk terdesentralisasi dan terdistribusi, memiliki ketrampilan dalam menggunakan alat analitik dan metrik digital untuk memantau serta menganalisis performa kanal digital dan operasional organisasi, baik swasta maupun lembaga pemerintahan, serta menyusun laporan yang mendukung pengambilan keputusan berbasis data secara efektif. |
| BD-05 | Kemampuan manajerial dalam pengelolaan tim yang efektif, analisis data untuk pengambilan keputusan yang tepat, pengembangan dan pelaksanaan strategi pemasaran digital, manajemen proyek menggunakan metodologi Agile, pemahaman teknologi untuk inovasi produk, adaptasi cepat terhadap perubahan, serta penerapan praktik keberlanjutan dan etika terkait semua aspek operasional bisnis digital, sehingga memastikan keberhasilan dan daya saing perusahaan. |
| CPL03 | "Memiliki pengetahuan yang memadai terkait cara kerja sistem komputer dan mampu menerapkan/menggunakan berbagai algoritma/metode untuk memecahkan masalah pada suatu organisasi. " |
| CPL04 | Memiliki kompetensi untuk menganalisis persoalan computing yang kompleks untuk mengidentifikasi solusi pengelolaan proyek teknologi bidang informatika/ilmu komputer untuk data engineering pada data lakehouse berbasis sistem terdistribusi dan terdesentralisasi dengan mempertimbangkan wawasan perkembangan ilmu transdisiplin. |
| CPL08 | Kemampuan mengimplementasi kebutuhan computing dengan mempertimbangkan berbagai metode/algoritma yang sesuai |
| CPL10 | Kemampuan mendesain, mengimplementasi dan mengevaluasi solusi berbasis computing multi-platform yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan computing pada sebuah organisasi. |
| Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) | |
|
CPMK-1 SISTEM INFORMASI ENTERPRISE |
Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar, arsitektur, dan peran strategis Sistem Informasi Enterprise (ERP, SCM, CRM) dalam mendukung operasional bisnis digital yang terintegrasi (C2, CPL03, BD-01). |
|
CPMK-2 SISTEM INFORMASI ENTERPRISE |
Mahasiswa mampu memetakan dan menganalisis proses bisnis lintas fungsi organisasi ke dalam modul-modul sistem informasi enterprise untuk mengoptimalkan efisiensi operasional (C4, CPL04, BD-04). |
|
CPMK-3 SISTEM INFORMASI ENTERPRISE |
Mahasiswa mampu merancang solusi sistem informasi enterprise yang terintegrasi untuk memecahkan permasalahan kompleks pada organisasi dengan mempertimbangkan aspek teknis dan manajerial (C6, CPL05, CPL10). |
|
CPMK-4 SISTEM INFORMASI ENTERPRISE |
Mahasiswa mampu mengimplementasikan strategi pengelolaan proyek sistem informasi menggunakan metodologi yang relevan untuk memastikan keberhasilan transformasi digital (C3, CPL08, BD-05). |
|
CPMK-5 SISTEM INFORMASI ENTERPRISE |
Mahasiswa mampu mengevaluasi dampak implementasi sistem informasi enterprise terhadap kinerja organisasi dan pengambilan keputusan berbasis data (C5, CPL10, BD-04). |
| Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-CPMK) | |
| Sub-CPMK 1.1 | Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar, karakteristik, dan evolusi Sistem Informasi Enterprise dalam ekosistem bisnis digital. |
| Sub-CPMK 1.2 | Mahasiswa mampu menguraikan arsitektur teknis dan komponen utama yang membentuk sistem ERP, SCM, dan CRM. |
| Sub-CPMK 1.3 | Mahasiswa mampu menganalisis peran strategis integrasi sistem ERP, SCM, dan CRM dalam mengoptimalkan efisiensi operasional dan pengambilan keputusan bisnis. |
| Sub-CPMK 2.1 | Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan memodelkan alur proses bisnis lintas fungsi organisasi menggunakan notasi standar (seperti BPMN) untuk memetakan keterkaitan antar departemen. |
| Sub-CPMK 2.2 | Mahasiswa mampu mengklasifikasikan proses bisnis yang telah dipetakan ke dalam modul-modul sistem informasi enterprise (seperti ERP) guna mengintegrasikan data dan alur kerja organisasi. |
| Sub-CPMK 2.3 | Mahasiswa mampu menganalisis efisiensi operasional melalui simulasi atau evaluasi implementasi modul sistem informasi untuk memberikan rekomendasi perbaikan proses bisnis. |
| Sub-CPMK 3.1 | Mahasiswa mampu menganalisis kebutuhan fungsional dan non-fungsional organisasi untuk mengidentifikasi permasalahan kompleks dalam arsitektur sistem informasi enterprise. |
| Sub-CPMK 3.2 | Mahasiswa mampu merancang arsitektur solusi sistem informasi enterprise yang terintegrasi dengan mengintegrasikan komponen teknis dan strategi manajerial secara komprehensif. |
| Sub-CPMK 3.3 | Mahasiswa mampu mengevaluasi kelayakan dan dampak implementasi solusi sistem informasi enterprise yang dirancang terhadap efektivitas operasional organisasi. |
| Sub-CPMK 4.1 | Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan memilih metodologi pengelolaan proyek sistem informasi yang tepat sesuai dengan kebutuhan transformasi digital organisasi. |
| Sub-CPMK 4.2 | Mahasiswa mampu menyusun rencana kerja proyek sistem informasi yang mencakup ruang lingkup, jadwal, dan alokasi sumber daya berdasarkan metodologi yang dipilih. |
| Sub-CPMK 4.3 | Mahasiswa mampu menerapkan teknik pengendalian dan pemantauan proyek untuk memitigasi risiko guna memastikan keberhasilan implementasi transformasi digital. |
| Sub-CPMK 5.1 | Mahasiswa mampu menganalisis indikator kinerja utama (KPI) organisasi sebelum dan sesudah implementasi sistem informasi enterprise untuk mengukur efektivitas operasional. |
| Sub-CPMK 5.2 | Mahasiswa mampu mengevaluasi peran sistem informasi enterprise dalam meningkatkan kualitas, kecepatan, dan akurasi proses pengambilan keputusan manajerial berbasis data. |
| Sub-CPMK 5.3 | Mahasiswa mampu mengkritisi tantangan dan dampak strategis implementasi sistem informasi enterprise terhadap daya saing serta keberlanjutan kinerja organisasi dalam lingkungan bisnis yang dinamis. |
Korelasi CPL terhadap CPMK
| CPL\CPMK |
CPMK-1 SISTEM INFORMASI ENTERPRISE |
CPMK-2 SISTEM INFORMASI ENTERPRISE |
CPMK-3 SISTEM INFORMASI ENTERPRISE |
CPMK-4 SISTEM INFORMASI ENTERPRISE |
CPMK-5 SISTEM INFORMASI ENTERPRISE |
|---|---|---|---|---|---|
| BD-01 | ✓ | ||||
| BD-04 | ✓ | ✓ | |||
| BD-05 | ✓ | ||||
| CPL03 | ✓ | ||||
| CPL04 | ✓ | ||||
| CPL08 | ✓ | ✓ | |||
| CPL10 | ✓ | ✓ |
Korelasi CPMK terhadap Sub-CPMK
| CPMK \ Sub-CPMK | Sub-CPMK | ||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Sub-CPMK 1.1 | Sub-CPMK 1.2 | Sub-CPMK 1.3 | Sub-CPMK 2.1 | Sub-CPMK 2.2 | Sub-CPMK 2.3 | Sub-CPMK 3.1 | Sub-CPMK 3.2 | Sub-CPMK 3.3 | Sub-CPMK 4.1 | Sub-CPMK 4.2 | Sub-CPMK 4.3 | Sub-CPMK 5.1 | Sub-CPMK 5.2 | Sub-CPMK 5.3 | |
|
CPMK-1 SISTEM INFORMASI ENTERPRISE |
✓ | ✓ | ✓ | ||||||||||||
|
CPMK-2 SISTEM INFORMASI ENTERPRISE |
✓ | ✓ | ✓ | ||||||||||||
|
CPMK-3 SISTEM INFORMASI ENTERPRISE |
✓ | ✓ | ✓ | ||||||||||||
|
CPMK-4 SISTEM INFORMASI ENTERPRISE |
✓ | ✓ | ✓ | ||||||||||||
|
CPMK-5 SISTEM INFORMASI ENTERPRISE |
✓ | ✓ | ✓ | ||||||||||||
| Deskripsi Singkat MK |
Berikut adalah deskripsi mata kuliah **Sistem Informasi Enterprise (SBD25304T)** yang disusun dengan pendekatan kurikulum berbasis *Outcome-Based Education* (OBE): Mata kuliah Sistem Informasi Enterprise (SBD25304T) merupakan mata kuliah keahlian yang mengkaji integrasi proses bisnis organisasi melalui pemanfaatan teknologi informasi terpadu. Ruang lingkup mata kuliah ini mencakup pemahaman mendalam mengenai arsitektur sistem *Enterprise Resource Planning* (ERP), manajemen rantai pasok (*Supply Chain Management*), manajemen hubungan pelanggan (*Customer Relationship Management*), serta strategi implementasi sistem informasi dalam skala perusahaan. Pembelajaran difokuskan pada bagaimana data dan informasi mengalir secara lintas fungsi di dalam organisasi untuk mendukung pengambilan keputusan strategis yang efektif dan efisien. Dalam struktur kurikulum program studi, mata kuliah ini menempati posisi sebagai mata kuliah lanjut yang mensyaratkan pemahaman dasar mengenai basis data dan analisis sistem. Sebagai mata kuliah yang bersifat integratif, SBD25304T berperan sebagai jembatan yang menghubungkan teori teknis sistem informasi dengan aspek manajerial bisnis. Mata kuliah ini dirancang untuk memberikan perspektif holistik kepada mahasiswa mengenai bagaimana infrastruktur teknologi informasi menjadi tulang punggung operasional perusahaan modern dalam menghadapi tantangan transformasi digital. Setelah menyelesaikan mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis kebutuhan bisnis perusahaan, memetakan proses bisnis ke dalam modul sistem informasi enterprise, serta mengevaluasi dampak implementasi sistem terhadap kinerja organisasi. Kompetensi ini sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini, di mana perusahaan berskala besar maupun menengah sangat bergantung pada sistem informasi yang terintegrasi. Dengan penguasaan materi ini, lulusan akan memiliki daya saing tinggi sebagai analis sistem, konsultan ERP, maupun manajer operasional IT yang mampu memberikan solusi strategis berbasis teknologi bagi pengembangan bisnis di sektor industri. |
||
| Bahan Kajian: Materi Pembelajaran |
Berikut adalah usulan bahan kajian untuk mata kuliah **Sistem Informasi Enterprise (SIE)** dengan kode mata kuliah **SBD25304T** (2 SKS). Bahan kajian ini disusun secara sistematis menggunakan pendekatan *Outcome-Based Education* (OBE), mulai dari pemahaman konseptual hingga penerapan strategis dalam organisasi. --- ### Bahan Kajian: Sistem Informasi Enterprise (SBD25304T) #### I. Dasar-Dasar dan Konsep Strategis Enterprise * **Pengantar Sistem Informasi Enterprise:** Definisi, evolusi, dan peran strategis SIE dalam mendukung efisiensi operasional organisasi. * **Arsitektur Enterprise:** Pemahaman mengenai komponen *Enterprise Architecture* (EA) dan penyelarasan strategi bisnis dengan strategi TI (*Business-IT Alignment*). * **Transformasi Digital:** Bagaimana sistem informasi mendorong perubahan model bisnis di era ekonomi digital. #### II. Komponen Utama Sistem Informasi Enterprise * **Enterprise Resource Planning (ERP):** Konsep integrasi data, modul-modul utama (Finance, HR, Supply Chain, Manufacturing), dan siklus hidup implementasi ERP. * **Customer Relationship Management (CRM):** Strategi pengelolaan hubungan pelanggan, analitik data pelanggan, dan otomatisasi pemasaran/penjualan. * **Supply Chain Management (SCM):** Manajemen rantai pasok terintegrasi, kolaborasi antar-vendor, dan efisiensi logistik melalui sistem informasi. * **Knowledge Management System (KMS):** Pengelolaan modal intelektual dan berbagi pengetahuan (*knowledge sharing*) dalam organisasi. #### III. Infrastruktur, Integrasi, dan Keamanan * **Infrastruktur dan Cloud Computing:** Peran *Cloud* dalam skalabilitas dan efisiensi biaya sistem enterprise. * **Integrasi Sistem (EAI):** Tantangan dan metode integrasi data antar sistem yang heterogen (API, Middleware, Web Services). * **Keamanan dan Tata Kelola (Governance):** Manajemen risiko, kepatuhan (*compliance*), kebijakan keamanan data, dan kerangka kerja tata kelola TI (seperti COBIT atau ITIL). #### IV. Data, Analitik, dan Pengambilan Keputusan * **Business Intelligence (BI) dan Data Warehousing:** Peran data besar (*Big Data*) dalam mendukung pengambilan keputusan strategis. * **Analisis Data Enterprise:** Pengenalan teknik visualisasi data dan dasbor eksekutif untuk monitoring kinerja organisasi (*Key Performance Indicators*). #### V. Implementasi dan Manajemen Perubahan * **Metodologi Implementasi:** Tahapan *Software Development Life Cycle* (SDLC) khusus untuk sistem enterprise, pemilihan vendor, dan manajemen proyek. * **Manajemen Perubahan Organisasi (*Change Management*):** Mengatasi resistensi pengguna, pelatihan, dan budaya organisasi dalam adopsi teknologi baru. * **Etika dan Tren Masa Depan:** Dampak etis dari sistem enterprise, integrasi *Artificial Intelligence* (AI), *Internet of Things* (IoT), dan *Blockchain* dalam ekosistem enterprise. --- ### Catatan untuk Pengembangan RPS: 1. **Pendekatan Pedagogi:** Mengingat bobot 2 SKS, disarankan menggunakan metode *Case-Based Learning* (CBL) atau *Project-Based Learning* (PjBL) untuk memperkuat pemahaman praktis mahasiswa. 2. **Kaitan CPL/CPMK:** Pastikan setiap poin di atas dihubungkan dengan CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan) program studi, misalnya kemampuan dalam merancang arsitektur sistem atau menganalisis kebutuhan bisnis. 3. **Evaluasi:** Penilaian sebaiknya mencakup tugas analisis studi kasus implementasi ERP pada perusahaan nyata, serta ujian yang menguji kemampuan sintesis mahasiswa dalam menyelaraskan TI dengan tujuan bisnis. |
||
| Pustaka |
Utama: 1. Concepts in Enterprise Resource Planning (4th Edition). Ellen Monk and Bret Wagner. Cengage Learning, 2013. 2. Enterprise Systems for Management (2nd Edition). Luvai Motiwalla and Jeffrey Thompson. Pearson, 2012. 3. Enterprise Information Systems: A Pattern-Based Approach. Richard Halstead-Nussloch and Scott H. W. Pearson, 2014. Pendukung: 1. Enterprise Information Systems and Implementing IT Infrastructures: Challenges and Issues. Maria Manuela Cruz-Cunha. IGI Global, 2010. 2. Modern ERP: Select, Implement & Operate Today's Powerful ERP Systems (3rd Edition). Marianne Bradford. lulu.com, 2015. 3. Enterprise Architecture at Work: Modelling, Communication and Analysis (4th Edition). Marc Lankhorst. Springer, 2017. |
||
| Pengampu |
Yosef Murya Kusuma Ardhana,
ST., M.Kom Sur Yanti, S.E., M.Sc Yosef Murya Kusuma Ardhana, ST., M.Kom |
||
| Penilaian | Komponen CPMK | Bentuk Penilaian | Persentase Bobot |
| SBD25304T (CPMK-3), SBD25304T (CPMK-2), SBD25304T (CPMK-4) | Proyek Perancangan Sistem Enterprise | 25.00% | |
| SBD25304T (CPMK-5), SBD25304T (CPMK-3), SBD25304T (CPMK-4) | UAS (Ujian Akhir Semester) | 20.00% | |
| SBD25304T (CPMK-1), SBD25304T (CPMK-5), SBD25304T (CPMK-2) | UTS (Ujian Tengah Semester) | 25.00% | |
| SBD25304T (CPMK-1) | Kuis dan Partisipasi Kelas | 10.00% | |
| SBD25304T (CPMK-5) | Tugas Analisis Proses Bisnis | 20.00% | |
| Total | 100% | ||
| Matakuliah Syarat | - | ||
Rencana Pembelajaran Semester
| Mg Ke- |
Sub-CPMK (sbg kemampuan akhir diharapkan) |
Penilaian | Bentuk Pembelajaran; Metode Pembelajaran; Penugasan Mahasiswa; | Materi Pembelajaran |
Bobot Penilaian |
||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Indikator | Kriteria & Bentuk | Luring | Daring | ||||
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) |
| 1 |
Sub-CPMK 1.1
(SISTEM INFORMASI ENTERPRISE)
Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar, karakteristik, dan evolusi Sistem Informasi Enterprise dalam ekosistem bisnis digital. |
Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar, karakteristik, dan evolusi Sistem Informasi Enterprise dalam ekosistem bisnis digital. | Kehadiran dan partisipasi | Ceramah interaktif | Video pembelajaran dan forum diskusi | Pengantar Sistem Informasi Enterprise: Konsep Dasar, Karakteristik, dan Evolusi | 3.81% |
| 2 |
Sub-CPMK 1.2
(SISTEM INFORMASI ENTERPRISE)
Mahasiswa mampu menguraikan arsitektur teknis dan komponen utama yang membentuk sistem ERP, SCM, dan CRM. |
Mahasiswa mampu menguraikan arsitektur teknis dan komponen utama yang membentuk sistem ERP, SCM, dan CRM. | Kehadiran dan partisipasi | Ceramah dan studi kasus | Modul bacaan mandiri | Arsitektur Teknis dan Komponen Utama ERP, SCM, dan CRM | 3.81% |
| 3 |
Sub-CPMK 1.3
(SISTEM INFORMASI ENTERPRISE)
Mahasiswa mampu menganalisis peran strategis integrasi sistem ERP, SCM, dan CRM dalam mengoptimalkan efisiensi operasional dan pengambilan keputusan bisnis. |
Mahasiswa mampu menganalisis peran strategis integrasi sistem ERP, SCM, dan CRM dalam mengoptimalkan efisiensi operasional. | Keaktifan diskusi | Diskusi kelompok | Studi literatur | Peran Strategis Integrasi Sistem dalam Efisiensi Operasional | 4.76% |
| 4 |
Sub-CPMK 2.1
(SISTEM INFORMASI ENTERPRISE)
Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan memodelkan alur proses bisnis lintas fungsi organisasi menggunakan notasi standar (seperti BPMN) untuk memetakan keterkaitan antar departemen. |
Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan memodelkan alur proses bisnis lintas fungsi organisasi menggunakan notasi standar (BPMN). | Tugas mandiri (pemodelan) | Praktikum pemodelan | Tutorial perangkat lunak pemodelan | Pemodelan Proses Bisnis Lintas Fungsi (BPMN) | 5.71% |
| 5 |
Sub-CPMK 2.2
(SISTEM INFORMASI ENTERPRISE)
Mahasiswa mampu mengklasifikasikan proses bisnis yang telah dipetakan ke dalam modul-modul sistem informasi enterprise (seperti ERP) guna mengintegrasikan data dan alur kerja organisasi. |
Mahasiswa mampu mengklasifikasikan proses bisnis ke dalam modul-modul sistem informasi enterprise. | Tugas kelompok | Studi kasus integrasi | Video tutorial modul ERP | Mapping Proses Bisnis ke Modul Sistem Informasi Enterprise | 5.71% |
| 6 |
Sub-CPMK 2.3
(SISTEM INFORMASI ENTERPRISE)
Mahasiswa mampu menganalisis efisiensi operasional melalui simulasi atau evaluasi implementasi modul sistem informasi untuk memberikan rekomendasi perbaikan proses bisnis. |
Mahasiswa mampu menganalisis efisiensi operasional melalui simulasi implementasi modul sistem informasi. | Laporan analisis | Praktikum simulasi | Laporan simulasi | Simulasi dan Evaluasi Efisiensi Operasional | 5.71% |
| 7 |
Sub-CPMK 3.1
(SISTEM INFORMASI ENTERPRISE)
Mahasiswa mampu menganalisis kebutuhan fungsional dan non-fungsional organisasi untuk mengidentifikasi permasalahan kompleks dalam arsitektur sistem informasi enterprise. |
Mahasiswa mampu menganalisis kebutuhan organisasi untuk mengidentifikasi permasalahan kompleks dalam arsitektur sistem. | Presentasi analisis kebutuhan | Problem-based learning | Studi kasus kompleks | Analisis Kebutuhan Fungsional dan Non-Fungsional Organisasi | 5.71% |
| 8 |
Sub-CPMK 3.2
(SISTEM INFORMASI ENTERPRISE)
Mahasiswa mampu merancang arsitektur solusi sistem informasi enterprise yang terintegrasi dengan mengintegrasikan komponen teknis dan strategi manajerial secara komprehensif. |
Mahasiswa mampu menjawab soal terkait materi minggu 1-7 | UTS | Ujian tertulis | LMS | Ujian Tengah Semester | 14.29% |
| 9 |
Sub-CPMK 3.2
(SISTEM INFORMASI ENTERPRISE)
Mahasiswa mampu merancang arsitektur solusi sistem informasi enterprise yang terintegrasi dengan mengintegrasikan komponen teknis dan strategi manajerial secara komprehensif. |
Mahasiswa mampu merancang arsitektur solusi sistem informasi enterprise yang terintegrasi. | Draft rancangan sistem | Workshop perancangan | Review desain | Perancangan Arsitektur Solusi Sistem Informasi Enterprise | 5.71% |
| 10 |
Sub-CPMK 3.3
(SISTEM INFORMASI ENTERPRISE)
Mahasiswa mampu mengevaluasi kelayakan dan dampak implementasi solusi sistem informasi enterprise yang dirancang terhadap efektivitas operasional organisasi. |
Mahasiswa mampu mengevaluasi kelayakan dan dampak implementasi solusi sistem informasi. | Tugas analisis kelayakan | Diskusi kritis | Studi literatur evaluasi | Evaluasi Kelayakan Implementasi Sistem | 5.71% |
| 11 |
Sub-CPMK 4.1
(SISTEM INFORMASI ENTERPRISE)
Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan memilih metodologi pengelolaan proyek sistem informasi yang tepat sesuai dengan kebutuhan transformasi digital organisasi. |
Mahasiswa mampu memilih metodologi pengelolaan proyek sistem informasi yang tepat. | Kuis | Ceramah dan studi kasus | Video pembelajaran metodologi | Metodologi Pengelolaan Proyek Sistem Informasi | 4.76% |
| 12 |
Sub-CPMK 4.2
(SISTEM INFORMASI ENTERPRISE)
Mahasiswa mampu menyusun rencana kerja proyek sistem informasi yang mencakup ruang lingkup, jadwal, dan alokasi sumber daya berdasarkan metodologi yang dipilih. |
Mahasiswa mampu menyusun rencana kerja proyek sistem informasi. | Tugas rencana proyek | Praktikum penyusunan rencana | Template manajemen proyek | Perencanaan Proyek, Penjadwalan, dan Alokasi Sumber Daya | 5.71% |
| 13 |
Sub-CPMK 4.3
(SISTEM INFORMASI ENTERPRISE)
Mahasiswa mampu menerapkan teknik pengendalian dan pemantauan proyek untuk memitigasi risiko guna memastikan keberhasilan implementasi transformasi digital. |
Mahasiswa mampu menerapkan teknik pengendalian dan pemantauan proyek. | Analisis mitigasi risiko | Simulasi manajemen risiko | Studi kasus kegagalan proyek | Pengendalian, Pemantauan, dan Mitigasi Risiko Proyek | 4.76% |
| 14 |
Sub-CPMK 5.1
(SISTEM INFORMASI ENTERPRISE)
Mahasiswa mampu menganalisis indikator kinerja utama (KPI) organisasi sebelum dan sesudah implementasi sistem informasi enterprise untuk mengukur efektivitas operasional. Sub-CPMK 5.2 (SISTEM INFORMASI ENTERPRISE) Mahasiswa mampu mengevaluasi peran sistem informasi enterprise dalam meningkatkan kualitas, kecepatan, dan akurasi proses pengambilan keputusan manajerial berbasis data. Sub-CPMK 5.3 (SISTEM INFORMASI ENTERPRISE) Mahasiswa mampu mengkritisi tantangan dan dampak strategis implementasi sistem informasi enterprise terhadap daya saing serta keberlanjutan kinerja organisasi dalam lingkungan bisnis yang dinamis. |
Mahasiswa mampu menganalisis KPI organisasi dan mengevaluasi dampak strategis implementasi sistem. | Tugas akhir/proyek | Diskusi mendalam | Review jurnal | Analisis KPI dan Dampak Strategis Sistem Informasi | 5.71% |
| 15 |
Sub-CPMK 5.3
(SISTEM INFORMASI ENTERPRISE)
Mahasiswa mampu mengkritisi tantangan dan dampak strategis implementasi sistem informasi enterprise terhadap daya saing serta keberlanjutan kinerja organisasi dalam lingkungan bisnis yang dinamis. |
Mahasiswa memahami seluruh materi mata kuliah sebagai persiapan UAS | Partisipasi review | Review dan tanya jawab | Forum tanya jawab | Review Materi dan Persiapan Ujian Akhir | 3.81% |
| 16 |
Sub-CPMK 1.1
(SISTEM INFORMASI ENTERPRISE)
Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar, karakteristik, dan evolusi Sistem Informasi Enterprise dalam ekosistem bisnis digital. |
Mahasiswa mampu menjawab soal komprehensif seluruh materi | UAS | Ujian tertulis | LMS | Ujian Akhir Semester | 14.32% |
| Total Bobot | 100% | ||||||
Catatan:
RUBRIK PENILAIAN (MARKING SCORE)
CPMK-1: Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar, arsitektur, dan peran strategis Sistem Informasi Enterprise (ERP, SCM, CRM) dalam mendukung operasional bisnis digital yang terintegrasi (C2, CPL03, BD-01).
| Indikator | Sangat Kurang (<20) | Kurang (21-40) | Cukup (41-60) | Baik (61-80) | Sangat Baik (81-100) |
|---|---|---|---|---|---|
| Kualitas sintesis integrasi sistem | Tidak mampu menunjukkan pemahaman mengenai pentingnya integrasi data antar sistem. | Menjelaskan integrasi sistem secara parsial dan tidak logis. | Menjelaskan konsep integrasi sistem secara umum namun kurang detail dalam teknis operasional. | Menjelaskan pentingnya integrasi data antar ERP, SCM, dan CRM dengan argumen yang logis. | Menjelaskan secara holistik bagaimana integrasi sistem menciptakan alur kerja bisnis yang seamless dan berbasis data. |
| Pemahaman arsitektur sistem (ERP, SCM, CRM) | Tidak mampu mengidentifikasi komponen arsitektur sistem informasi enterprise. | Mampu menyebutkan komponen arsitektur namun tidak memahami alur keterkaitannya. | Mampu menjelaskan arsitektur dasar namun penjelasan mengenai integrasi sistem masih terbatas. | Mampu menjelaskan arsitektur sistem dengan baik dan menunjukkan pemahaman integrasi antar modul. | Mampu menganalisis arsitektur sistem secara kritis dan mendalam serta memetakan integrasi antar modul dengan sangat tepat. |
| Penguasaan konsep dasar Sistem Informasi Enterprise | Tidak mampu menjelaskan konsep dasar sistem informasi enterprise sama sekali. | Menjelaskan konsep dasar dengan banyak kesalahan konseptual dan tidak relevan. | Menjelaskan konsep dasar dengan cukup akurat namun kurang mendalam. | Menjelaskan konsep dasar dengan akurat, jelas, dan sistematis. | Menjelaskan konsep dasar secara komprehensif, akurat, dan mampu memberikan konteks yang tepat. |
| Analisis peran strategis dalam operasional bisnis digital | Tidak mampu mengaitkan peran sistem informasi dengan operasional bisnis digital. | Menjelaskan peran sistem informasi secara dangkal dan tidak relevan dengan konteks bisnis digital. | Mampu menjelaskan peran strategis sistem informasi namun kurang mengaitkannya dengan efisiensi operasional. | Mampu menjelaskan peran strategis sistem informasi dalam mendukung efisiensi dan integrasi operasional bisnis digital. | Mampu menganalisis secara tajam bagaimana ERP, SCM, dan CRM memberikan keunggulan kompetitif dalam ekosistem bisnis digital. |
CPMK-2: Mahasiswa mampu memetakan dan menganalisis proses bisnis lintas fungsi organisasi ke dalam modul-modul sistem informasi enterprise untuk mengoptimalkan efisiensi operasional (C4, CPL04, BD-04).
| Indikator | Sangat Kurang (<20) | Kurang (21-40) | Cukup (41-60) | Baik (61-80) | Sangat Baik (81-100) |
|---|---|---|---|---|---|
| Analisis efisiensi operasional | Tidak mampu memberikan analisis mengenai efisiensi operasional dari proses bisnis yang dipetakan. | Analisis efisiensi operasional sangat dangkal dan tidak didukung oleh data atau argumen logis. | Cukup mampu menganalisis efisiensi operasional dengan argumen yang standar namun kurang mendalam. | Mampu menganalisis efisiensi operasional dengan argumen yang kuat dan relevan. | Sangat mampu menganalisis efisiensi operasional secara kritis dan memberikan rekomendasi perbaikan yang bernilai strategis. |
| Kualitas visualisasi model proses bisnis | Visualisasi proses bisnis tidak ada atau tidak dapat dipahami sama sekali. | Visualisasi proses bisnis sangat membingungkan dan tidak menggunakan notasi standar. | Visualisasi proses bisnis cukup jelas namun notasi yang digunakan kurang konsisten. | Visualisasi proses bisnis jelas, rapi, dan menggunakan notasi standar yang tepat. | Visualisasi proses bisnis sangat profesional, intuitif, dan menggunakan notasi standar secara sempurna. |
| Identifikasi proses bisnis lintas fungsi | Tidak mampu mengidentifikasi proses bisnis lintas fungsi dan keterkaitannya dalam organisasi. | Kurang mampu mengidentifikasi proses bisnis, namun gagal menunjukkan alur kerja lintas fungsi secara jelas. | Cukup mampu mengidentifikasi proses bisnis lintas fungsi dengan beberapa kesalahan pada alur kerja. | Mampu mengidentifikasi proses bisnis lintas fungsi dengan akurat dan alur yang logis. | Sangat mampu mengidentifikasi dan memetakan proses bisnis lintas fungsi yang kompleks secara komprehensif dan sistematis. |
| Pemetaan proses ke modul sistem informasi enterprise | Tidak mampu memetakan proses bisnis ke dalam modul sistem informasi enterprise yang relevan. | Kurang mampu memetakan proses bisnis ke modul yang tepat, terdapat ketidaksesuaian fungsi sistem. | Cukup mampu memetakan proses bisnis ke modul sistem informasi, namun integrasi antar modul belum terlihat. | Mampu memetakan proses bisnis ke modul sistem informasi enterprise dengan integrasi yang tepat. | Sangat mampu memetakan proses bisnis ke modul sistem informasi enterprise dengan presisi tinggi dan integrasi antar-modul yang optimal. |
CPMK-3: Mahasiswa mampu merancang solusi sistem informasi enterprise yang terintegrasi untuk memecahkan permasalahan kompleks pada organisasi dengan mempertimbangkan aspek teknis dan manajerial (C6, CPL05, CPL10).
| Indikator | Sangat Kurang (<20) | Kurang (21-40) | Cukup (41-60) | Baik (61-80) | Sangat Baik (81-100) |
|---|---|---|---|---|---|
| Pertimbangan aspek manajerial dan strategis | Tidak mempertimbangkan dampak manajerial atau keselarasan strategis. | Kurang mempertimbangkan aspek manajerial dalam implementasi sistem. | Mempertimbangkan aspek manajerial secara umum namun kurang mendalam. | Mempertimbangkan aspek manajerial dengan baik, termasuk manajemen perubahan dan efisiensi. | Mempertimbangkan aspek manajerial dan strategis secara holistik untuk mendukung tujuan organisasi. |
| Pertimbangan aspek teknis dalam solusi | Tidak mempertimbangkan aspek teknis dalam perancangan solusi. | Kurang mempertimbangkan aspek teknis seperti infrastruktur dan teknologi yang relevan. | Mempertimbangkan aspek teknis namun belum sepenuhnya optimal bagi organisasi. | Mempertimbangkan aspek teknis secara relevan dan tepat guna untuk sistem enterprise. | Mempertimbangkan aspek teknis secara canggih, mutakhir, dan sangat relevan dengan kebutuhan sistem. |
| Kualitas dan kejelasan rancangan solusi | Rancangan tidak sistematis, sulit dipahami, dan tidak menjawab permasalahan. | Rancangan kurang sistematis dan sulit diimplementasikan. | Rancangan cukup sistematis dan dapat dipahami dengan beberapa perbaikan. | Rancangan sistematis, jelas, dan memberikan solusi yang aplikatif. | Rancangan sangat sistematis, profesional, inovatif, dan memberikan solusi yang unggul. |
| Analisis kebutuhan dan kompleksitas permasalahan organisasi | Tidak mampu mengidentifikasi masalah organisasi dan kebutuhan sistem informasi. | Kurang mampu mengidentifikasi masalah dan kebutuhan sistem dengan analisis yang dangkal. | Cukup mampu mengidentifikasi masalah dan kebutuhan sistem dengan analisis yang mendasar. | Mampu menganalisis masalah kompleks dan kebutuhan sistem secara komprehensif. | Sangat mampu menganalisis masalah kompleks dan kebutuhan sistem secara mendalam serta kritis. |
| Perancangan arsitektur sistem informasi enterprise yang terintegrasi | Tidak mampu merancang arsitektur sistem yang terintegrasi. | Merancang arsitektur sistem yang belum menunjukkan integrasi antar modul. | Merancang arsitektur sistem dengan integrasi dasar antar modul. | Merancang arsitektur sistem yang terintegrasi dengan alur data yang logis. | Merancang arsitektur sistem yang sangat terintegrasi, efisien, dan skalabel. |
CPMK-4: Mahasiswa mampu mengimplementasikan strategi pengelolaan proyek sistem informasi menggunakan metodologi yang relevan untuk memastikan keberhasilan transformasi digital (C3, CPL08, BD-05).
| Indikator | Sangat Kurang (<20) | Kurang (21-40) | Cukup (41-60) | Baik (61-80) | Sangat Baik (81-100) |
|---|---|---|---|---|---|
| Manajemen risiko dan kendala proyek | Tidak mampu mengidentifikasi risiko dan kendala dalam proyek. | Mengidentifikasi risiko namun tidak memberikan strategi mitigasi yang relevan. | Mengidentifikasi risiko dan memberikan strategi mitigasi dasar yang kurang efektif. | Mengidentifikasi risiko dan memberikan strategi mitigasi yang efektif untuk keberhasilan proyek. | Mengidentifikasi risiko secara proaktif dan memberikan strategi mitigasi preventif yang komprehensif serta terukur. |
| Implementasi tahapan manajemen proyek | Tidak mampu menyusun tahapan manajemen proyek secara sistematis. | Menyusun tahapan manajemen proyek namun tidak logis dan tidak sesuai alur metodologi. | Menyusun tahapan manajemen proyek secara logis namun kurang detail dalam aktivitas operasional. | Menyusun tahapan manajemen proyek secara sistematis, logis, dan sesuai dengan standar metodologi. | Menyusun tahapan manajemen proyek secara komprehensif, sistematis, dan terintegrasi dengan kebutuhan transformasi digital. |
| Penyelarasan strategi dengan tujuan transformasi digital | Tidak mampu mengaitkan strategi pengelolaan proyek dengan tujuan transformasi digital. | Mengaitkan strategi dengan tujuan transformasi digital namun tidak relevan. | Mengaitkan strategi dengan tujuan transformasi digital secara umum. | Mengaitkan strategi dengan tujuan transformasi digital secara spesifik dan terarah. | Mengintegrasikan strategi secara holistik guna memastikan keberhasilan transformasi digital yang berkelanjutan. |
| Pemilihan metodologi pengelolaan proyek sistem informasi | Tidak mampu menentukan metodologi yang relevan dengan kebutuhan transformasi digital. | Menentukan metodologi namun tidak relevan dengan konteks proyek transformasi digital. | Menentukan metodologi yang relevan namun kurang tepat dalam justifikasi pemilihan. | Menentukan dan menjustifikasi metodologi yang relevan dengan kebutuhan proyek secara tepat. | Menentukan dan menjustifikasi metodologi yang sangat relevan dengan analisis mendalam terhadap kompleksitas transformasi digital. |
CPMK-5: Mahasiswa mampu mengevaluasi dampak implementasi sistem informasi enterprise terhadap kinerja organisasi dan pengambilan keputusan berbasis data (C5, CPL10, BD-04).
| Indikator | Sangat Kurang (<20) | Kurang (21-40) | Cukup (41-60) | Baik (61-80) | Sangat Baik (81-100) |
|---|---|---|---|---|---|
| Evaluasi pengambilan keputusan berbasis data | Tidak mampu menjelaskan peran data dalam pengambilan keputusan. | Kurang mampu menghubungkan implementasi sistem informasi dengan proses pengambilan keputusan. | Mampu menjelaskan proses pengambilan keputusan berbasis data secara teoritis namun kurang dalam penerapan kasus. | Mampu mengevaluasi efektivitas pengambilan keputusan berbasis data yang dihasilkan oleh sistem informasi. | Mampu mengevaluasi secara mendalam efektivitas pengambilan keputusan berbasis data serta memberikan rekomendasi perbaikan strategis. |
| Kualitas argumentasi dan penggunaan literatur | Tidak menggunakan referensi atau argumen yang tidak relevan sama sekali. | Menggunakan referensi yang minim dan argumen yang tidak terstruktur. | Menggunakan referensi yang relevan namun analisisnya masih bersifat deskriptif. | Menggunakan literatur yang relevan dan menyusun argumen secara terstruktur dengan logika yang baik. | Menggunakan literatur mutakhir secara ekstensif dan menyusun argumen yang sangat kritis, logis, dan orisinal. |
| Analisis dampak sistem informasi terhadap kinerja organisasi | Tidak mampu mengidentifikasi dampak sistem informasi terhadap kinerja organisasi. | Mampu mengidentifikasi dampak namun tidak disertai dengan bukti atau data yang relevan. | Mampu menjelaskan dampak sistem informasi terhadap kinerja organisasi secara umum dengan argumen yang terbatas. | Mampu menganalisis dampak sistem informasi terhadap kinerja organisasi menggunakan indikator kinerja yang tepat. | Mampu menganalisis secara komprehensif dan kritis dampak sistem informasi terhadap kinerja organisasi dengan argumen yang didukung data empiris yang kuat. |
| Sintesis hubungan antara sistem enterprise dan keunggulan kompetitif | Tidak mampu mengaitkan sistem informasi enterprise dengan keunggulan kompetitif organisasi. | Kurang mampu menjelaskan hubungan antara sistem enterprise dan keunggulan kompetitif. | Mampu menjelaskan hubungan antara sistem enterprise dan keunggulan kompetitif secara naratif. | Mampu mensintesis hubungan antara fungsionalitas sistem enterprise dengan peningkatan keunggulan kompetitif organisasi. | Mampu mensintesis secara kritis dan logis bagaimana sistem enterprise menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan bagi organisasi. |